hei kamu, iya kamu
sang pemilik lesung pipit yang begitu manis
sang pemilik ketegasan yang begitu tangguh
sang pemilik keegoisan yang sulit ditakhlukkan
dan sang pemilik hatiku saat ini </3
hai, bagaimana kabarmu? aku merindumu sejak terakhir kita bertemu, apa kau tak merasakan hal yang sama? tahukah kau melukaiku atas kata dan pertanyaanmu. dan mungkin hanya kau yang tau apa isi pertanyaan tersebut dan awal mula pertengkaran kita, disini aku tak bisa melupakannya sedetikpun. entah aku atau kamu, tapi kita sama-sama egois, aku berusaha mengalah dan hanya butuh kau yakinkan aku tuk sedikit saja. tapi, kau tak terima atas apa yang ku kata. apa feelingku benar dan apa kau yang sudah terlalu bosan atas rasa curigaku? siapapun pasti rasakan hal yang sama jika jadi aku. tapi ku mengerti, mungkin kau sudah terlalu lelah tuk hadapi sikap-sikapku hingga untuk yakinkan saja kita sampai terlibat dalam pertengkaran hebat. kita sama tau apa yang terjadi disini. kau acuh dan aku mengemis pengertianmu, mungkin aku salah terlalu mencintamu.
berjalannya waktu masalah bertambah lagi ketika kupikir akan segera selesai, kau mengira seseorang ikut campur dalam masalah kita. debat tak pernah selesai dan kau ikut sertakan nama orang lain yang membuatku naik darah. kau membelanya padahal mereka sama-sama salah. apa aku salah membenci dia yang telah merenggut kebahagiaanku? dan apa kamu juga salah membenci dia yang telah menjauhkanmu dari aku? kita sama-sama membenci tapi aku tak pernah menyuruhmu untuk pergi dan menjauh darinya, tapi mengapa kau tepatkanku pada pilihan yang sangat sulit? kau anggap ku mengkhianatimu, apa kamu tak sadar kalau anggapanmu buatku mengerti kau telah khianati aku sebelumnya.
kau tau??? sangat sulit, ini begitu sakit dan menggoresku begitu dalam. apa kau juga merasakannya? atau memang aku mudah kau lepas seperti mereka, dan yang mengiang di pikiranku saat kau katakan kali ini kau serius lalu dengan mudahnya kau bilang 'gak sulit buat lepas kamu'. yang kupikir sampai kapan kau terus menjatuhkan harapanku, sampai kapan kau akan berkata kasar dan menyakitkan?
dan sebelum ku jawab pertanyaanmu, kau sudah akhiri semuanya. kau telaah tutup semua pintu, dan aku tak tau apa yang akan kulakukan selanjutnya. tapi aku akan menunggumu hingga kau sadar, apa yang kau lakukan padaku itu menyakitiku lebih dari apapun. kita sama-sama terluka, tapi kau memilih mengobatinya sendiri... sedangkan aku membiarkan luka itu terus membuka :')
miss and lovyu sayang :'*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar