sudah terlampaui batasanku tuk tahan semua dilema yang begitu besar, terlampau sakit untuk terus di tahan dan yakinkanmu. entah apa yang akan terjadi di hari esok, lusa, masa depan... bahkan satu detik berikutnya setelah ini. kamu, iya kamu. orang yang begitu ku cinta tapi tak bisa terima kenyataan bahwa aku bukan milikmu saja... aku milik sahabat-sahabatku. kau tak bisa terima padahal mereka sama wanitanya denganku. yang selalu aku fikirkan, jika kau tak bisa terima mereka sebagai bagian kecil dariku otomatis kau juga tak pernah bisa tuk terima aku.
kau tak pernah sadar atas apa yang telah kau perbuat, kamu dan mereka sama pentingnya bagiku. dan seharusnya pilihan itu tak pernah terucap di bibirmu. ternyata dulu kau pernah alami kejadian yang sama, dan aku baru tau sekarang. semoga kesalahan yang sama tak akan pernah kau ulang untuk hubunganmu dengan wanita lain kedepannya. bahagiamu tetaplah kebahagiaanku, lebih dari selamanya akan terus begitu... karna aku mencintaimu.
kau tetap saja ajukan pilihan itu, dan beranggapan jika aku tak mencintaimu tulus bila aku pilih mereka. berulang kali aku tegaskan... kau dan mereka adalah bagian terpenting, aku tak bisa kehilanganmu sama seperti tak bisa kehilangan mereka... tapi kau pergi :)
kau akhiri semua karna aku tak bisa memilih dah kau anggap aku memilih mereka. entah aku harus percaya atau curiga atas pernyataanmu bahwa kau masih bersama teman-teman wanita tanda kutip itu, dan sangat sakit untuk menerima bahwa itulah faktanya.
tuhan...
jika aku diberi satu kesempatan saja, tak akan ku biarkan dia pergi dan takkan ku biarkan aku pergi dari sahabatku. mereka adalah satu pilihan bukan tempatku memilih diantaranya. sahabatku sudah jadi saudaraku, ntah akan pisah atau tidak setelah ini... tapi mereka adalah orang pertama yang bisa terima segala masa laluku yang kelam, mereka yang bantu aku berdiri... bukan malah pergi dan menjauh.
aku masih belum tau, bagaimana bisa ku buatmu untuk percaya bahwa mereka tak seburuk yang kau duga selama ini. tapi kau terlalu gengsi dan egois untuk mencoba percaya sedikit saja, kau terlalu keras kepala. dan setelah ini semua, kau benar-benar pergi. kata tak sanggup tuliskan tiap luka yang kau buat,entah kau sama sakitnya atau malah menunggu saat kita pisah dan takkan kembali lagi.
semalam tadi aku terlalu bingung untuk tau mana yang lebih aku tangisi dari kepergianmu, ntah kenangan yang sudah kita buat atau kekosongan yang sekarang mengisi segala sudut penderitaan. mungkin hanya aku yang menganggapmu terbaik, sedangkan aku bukan yang terbaik buatmu. aku tak lebih penting dari segala presepsi yang hanya ingin kau percayai.
maaf ku telah sakitimu, kau juga sakiti aku sama dalamnya. tak kuduga secepat ini kau pergi setelah berulang kali kau juga mencoba pergi. kadang aku berfikir apa memang kau sengaja mencari alasan untuk kita pisah, karna segala sifat dan sikapmu benar-benar tunjukkan itu. tapi suatu saat nanti kau akan mengerti dan percaya, aku jauh lebih baik dari dirinya. aku yang selalu ada dan pertahankanmu, sabar atas segala tingkahmu, tertawa dan menangis bersamamu, lewati hari susah dan bahagia kita, selalu setia untukmu dan benar-benar mencintaimu secara utuh :') aku yakin suatu saat nanti kebenaran akan terbukti, walau bertahun-tahun ku nanti, walau suatu saat aku sudah tak penting lagi.
i still loving you, pa :'* </3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar